Nampaknya memang mental sebagian orang di Indonesia sudah rusak. Enak saja punya biaya cukup untuk pendidikan anak tapi nggak mau menyekolahkan anak!
Kalau yang menerima bantuan pendidikan memang tidak mampu, okelah. Tapi kalau ternyata yang menerimanya itu justru karena orangtua mereka tidak mau membiayai pendidikan mereka, akan jadi apa bangsa kita yang sudah hancur di mana-mana ini?!
Ibu saya yang mengajar di Politeknik Negeri Bandung adalah salah satu saksi atas kenyataan yang benar-benar bikin geram ini. Sebenarnya ini berawal dari obrolan antara ibu saya dengan kakak-kakaknya yang kebetulan berkunjung ke rumah hari ini.
Awalnya hanya membahas soal biaya kuliah yang katanya di koran mencapai 100 juta rupiah per tahun. Lalu selanjutnya ibu saya menghujat habis-habisan persepsi bahwa pendidikan itu murah. Ya! Pendidikan itu sebenarnya mahal, tetapi sebagian dibiayai oleh pemerintah! Dan inilah yang luput dari perhatian, sehingga tidak pernah disampaikan. Walhasil, ketika sekarang PTN distop dana-nya oleh pemerintah, mereka ‘kaget’. Hasilnya? Jelas pada pendanaan PTN. Mereka harus mencari dana sendiri, dan ujung-ujungnya berdampak pada biaya kuliah.
Oke, lanjut. Di sini, ibu saya bercerita bahwa beliau pernah menjadi orang tua asuh 6 mahasiswanya. Tadinya tidak ada masalah. Masalah baru datang saat ibu saya bertemu dengan orangtua keenam anak asuhnya. Saat ibu saya bertemu dengan mereka…
…ternyata sekitar empat anak asuh ibu saya berasal dari keluarga yang mampu. Mereka pakai perhiasan emas dalam ukuran banyak. Pokoknya ngejreng. Dan ibu saya benar-benar marah. Beliau langsung protes ke Polban. Bukannya apa-apa, karena ternyata salah satu orang tua dari anak asuhnya memang beneran mampu. Rumahnya mewah. Punya rumah kos banyak di sekitar kampus Polban.
Oh. My. God.
Ibu saya benar-benar geram. Bukannya beliau tidak mau membiayai, tapi kalau rumah mewah dan perhiasan mewah gitu, kok tega-teganya anak tidak dibiayai?! Apakah orang Indonesia sebegitunya mementingkan penampilan sampai-sampai masa depan anak sendiri ditelantarkan?! Kurang ajar! ![]()
Sungguh. Penyakit apa yang telah merusak mental bangsa kita?! Iya, saya tahu, sebagian dari mereka yang ingin sekolah memang benar-benar tidak mampu! Tapi kalau seperti kasus di atas? Untuk pendidikan anak aja pelit, masak buat beli baju aja rela menghabiskan sekian ratus ribu hingga jutaan rupiah!? SUDAH SEBEGITU RUSAKNYA KAH POLA BERPIKIR MEREKA?!?!?!
Memang, tidak selalu orang tua yang mesti disalahkan. Bisa juga anak-anaknya yang nggak mau sekolah, mentang-mentang sudah kaya. Well, apapun itu, jelas pola berpikir mereka tidak beres.
Ah… Indonesia sudah hancur gini, sekian tahun lagi mau jadi apa? Debu?
10 Comments
Miris sekali. Orang2 kaya itu tidak menyadari betapa pentingnya sebuah pendidikan. Mereka sudah termakan dengan yang namanya konsumerisme akut. Blah. Orangtua yang payah.
mengerikan
wah emang memprihatinkan tuh,,,

mungkin orangtuanya sibuk mikirin duit jadi ga mikirin sekolah anaknya, emang pada gila!
begitu juga nasib BLT, yang banyak jatuh ke orang mampu malah…
@KiMi: Sebenernya ini salah satu penyakit lama (sebagian) orang Indonesia: konsumerisme. Atau kalau mau lebih tepatnya, tidak punya pandangan jauh ke masa depan. CMIIW, though
@pudakaonline: Memang mengerikan
@madmax: Entahlah… tapi kalau untuk kasus BLT, kemungkinannya ada dua: memang salah sasaran atau dipermainkan oleh pihak tertentu.
Uang memang membutakan?
Kalau kata teman saya, kesalahan orang Indonesia berasal dari tujuan meraih pendidikan. Orang sekolah supaya bisa kerja dan dapat uang, dan kalau kebutuhannya akan uang itu dirasa sudah terpenuhi, orang tak perlu sekolah? -_-
Btw, katanya konsumerisme ini akibat globalisasi dan modernisme. Makin banyak hal yang bisa dipakai untuk buang uang.
Pendidikan untuk generasi penerus bangsa.
, masih berderu, selama uang ortu masih ada, manfaatkanlah dan syukurilah.
Jangan sia-siakan hidup ini untuk yg laen. Belajarnya trus semangat !
Selama hati masih bertegar, selama jantung masih berdegup, selama angin masih tak tampak, eh salah…
Pemerintah udah mank kayak gitu sifatnya. Semuanya serba salah.
Ayooo Sekolaaaaah!!!
@Xaliber:
Kalau setahu saya (dari yang saya amati di koran dan TV) sih iya. Rata-rata pola pikirnya begitu. Sekolah bukan buat masa depan yang lebih baik, tapi sekedar cari uang.
@rizkivmaster:

@kadungman:
Ayoooo! XD
Untuk sang orang-tua-yang-ga-mau-biayain-anaknya
/
Cara berpikir yang bagus! Sungguh akal yang licin sekali! Timing saat mengambil kesempatan muluus!! Great, 100 point untuk anda!
@Ceru:

Itu sindiran kan, Fan?
Kalau kamu komen yang aneh-aneh, aku bleklis kamu.